<a href='http://abizurah.blogspot.com' rel='follow'>

Resensi Kitab: Ushulut Tarbiyah Islamiyah


Resensi Kitab: Ushulut Tarbiyah Islamiyah




Ust. Abu Hafizhah Irfan, MSI



Judul Kitab             : Ushulut Tarbiyah Islamiyah
Pengarang             : Dr. Khalid bin Hamid al-Hazimi
Penerbit                 : Darul Alam Kutub lin Nasyr wat Tauzi’
Tahun Terbit          : 2000 M
Jumlah Halaman    : 430 Halaman

Secara bahasa makna tarbiyah berkisar antara: memperbaiki, berkembang dan bertambah, tumbuh dan terbimbing, memimpin dan mengendalikan urusan, serta pengajaran. Adapun definisi tarbiyah secara istilah adalah mendidik manusia setahap demi setahap dalam semua aspeknya untuk mewujudkan kebahagiaan di dunia dan akhirat sesuai dengan metodologi Islam. Allah subhanahu wa ta’ala merupakan pendidik seluruh manusia. Tarbiyah Allah subhanahu wa ta’ala terhadap makhlukNya terbagi menjadi dua, antara lain:

a. Tarbiyah Umum


    Yaitu tarbiyah Allah subhanahu wa ta’ala terhadap seluruh makhlukNya. Allah subhanahu wa ta’ala yang memberikan rezeki kepada mereka serta memberikan petunjuk kepada mereka terhadap hal-hal yang bermanfaat bagi mereka di dunia.

b. Tarbiyah Khusus


    Yaitu tarbiyah Allah subhanahu wa ta’ala terhadap para wali-waliNya. Allah mentarbiyah mereka dengan keimanan, memberikan taufiq kepada mereka, dan menyempurnakan mereka, menghindarkan mereka dari berbagai penyimpangan, dan menghilangkan rintangan-rintangan mereka.

Tarbiyah memiliki fungsi penting dalam kehidupan manusia. Di antaranya:

a. Untuk Individu


    Tarbiyah merupakan hal yang penting bagi tiap individu. Karena tarbiyah merupakan perkara yang menjadikan diterimanya ibadah seorang hamba kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Tarbiyah akan memberikan kebahagiaan dan ketenangan bagi jiwa. Menjadikan seorang mendapatkan pujian dan kemuliaan baik ketika hidupnya maupun setelah kematiannya.

b. Untuk Keluarga


    Dengan tarbiyah, maka setiap anggota keluarga akan dapat menjalankan kewajibannya terhadap yang lainnya, dan dengan tarbiyah akan menghindarkan mereka dari berbagai macam keburukan. Serta akan membahagiakan kedua orang tua, baik di dunia maupun di akhirat.

c. Untuk Masyarakat


    Jika tarbiyah individu dan keluarga telah berhasil, maka akan terbentuk pula masyarakat yang baik. Sehingga akan terwujud suasana yang aman, rasa saling menjaga, dan tercapainya tujuan kehidupan bermasyarakat.

    Tarbiyah Islamiyah memiliki beberapa karakteristik, antara lain:

a. Rabbaniyah


    Yang dimaksud dengan rabbaniyah adalah bahwa hukum-hukum Islam berasal dari Rabb r, bukan berasal dari hawa nafsu manusia. Dengan rabbaniyah ini menjadikan manusia hanya memberikan peribadahan hanya kepada Rabb subhanahu wa ta’ala yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagiNya.

b. Menyeluruh dan Paripurna


    Tarbiyah Islamiyah bersifat menyeluruh dan paripurna pada hal-hal yang dibutuhkan oleh manusia baik ketika hidupnya di dunia maupun untuk bekalnya di akhirat. Sebagaimana dikisahkan dari Salman y, bahwa orang-orang kafir bertanya kepadanya:
قَدْ عَلَّمُكُمْ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلَّ شَيْءٍ حَتَّى الْخِرَاءَةُ، قَالَ فَقَالَ: أَجَلٌ
“Nabi kalian benar-benar telah mengajarkan segala hal hingga masalah buang hajat?” Salman y menjawab, “Benar.[1]

c. Seimbang


    Tarbiyah Islamiyah mengajarkan keseimbangan dalam masalah jasmani dan rohani. Misalnya dalam masalah harta: dihalalkannya bekerja dan diharamkanya riba. Dalam masalah makanan: dihalalkan makanan yang baik dan diharamkan makanan-makanan yang buruk.

Sumber rujukan tarbiyah Islamiyah adalah:

a. Al-Qur`anul Karim


   Orang-orang Quraisy dahulu adalah orang-orang yang fasih lafazh-lafazhnya, fasih ucapannya, memiliki argumentasi yang mengena hingga pada tingkatan yang tertinggi. Namun ketika mereka mendengarkan al-Qur`an, maka kecerdasan akal mereka tidak dapat menandingi al-Qur`an. Di dalam al-Qur`an berisi tarbiyah akhlak, seperti jujur, rendah hati, dan menjaga kehormatan.

b. Sunnah Nabi a


    Sunnah secara bahasa artinya adalah metode. Adapun secara istilah adalah apa-apa yang disandarkan kepada Nabi a selain al-Qur`an baik berupa ucapan, perbuatan, maupun ketetapan. Nabi Muhammad a adalah sebaik-baik teladan bagi manusia pada semua perkaranya. Beliau disifati dengan sifat-sifat yang mulia dan terpuji. Di antara tarbiyah Islamiyah yang diambil dari Sunnah-sunnah Nabi a adalah reward dan punishment, mengingat akibat, dan dengan menggunakan analogi.

c. Kisah Sahabat


    Kisah dari para sahabat berisikan aplikasi tarbiyah Islamiyah. Sehingga ketika seseorang mengambil nilai-nilai tarbiyah mereka, maka ia mendapatkan metode pengajaran yang handal. Karena tarbiyah mereka adalah aplikasi tidak hanya sekedar teori.

d. Kitab Para ‘Ulama`


    Para ‘ulama` memiliki andil yang besar dalam masalah karya tulis ilmiyah. Perpustakaan-perpustakaan Islam telah pernuh terisi dengan karya tulis mereka dari berbagai disiplin ilmu, seperti masalah fiqih, tafsir, hadits, akhlak, tarbiyah, dan lain lainnya. Di antara mereka adalah:

1. Al-Mawardi 5 (364 – 450 H)

    Al-Mawardi telah membahas masalah tarbiyah dalam kitabnya yang berjudul Adabud Dunya wad Din. Di dalam kitab tersebut beliau membahas tentang urgensinya akhlak yang baik dan pengaruh dosa pada akhlak seseorang. Dibahas pula di dalamnya adab anak kepada orangtua, adab dalam memberikan nasihat, dan adab dalam memperbaiki suatu kondisi.

2. Ibnu Hazm 5 (384 – 456 H)                                                                     

Ibnu Hazm 5 telah menulis kitab yang berjudul al-Akhlaq was Siyar fi Madawatin Nufus. Di dalam kitab tersebut beliau membahas tentang pergaulan, keteladanan, serta hikmah dari tarbiyah.

3. Ibnul Qayyim al-Jauziyah 5 (691 – 751 H)

    Ibnul Qayyim 5 banyak memiliki karya tulis yang berkaitan dengan masalah tarbiyah. Di antaranya: Madarijus Salikin, Kitabul Fawa’id, Tukhfatul Maudud, dan Uddatush Shabirin. Ibnul Qayyim 5 menjelaskan bahwa setiap individu memiliki potensi akhlak yang baik yang telah dikaruniakan Allah subhanahu wa ta’ala. Ibnul Qayyim menjelaskan tentang sarana-sarana tarbiyah dengan pengajaran, perbaikan niat dan keinginan yang kuat, latihan, dan penjagaan.

Tempat-tempat pelaksanaan tarbiyah Islamiyah adalah:

a. Masjid

Masjid memiliki peran penting dalam pendidikan individu seorang muslim agar mendapatkan kebaikan baik dalam urusan akhiratnya maupun dunianya. Pada masa Nabi a ketika beliau sampai di Quba, maka yang pertama kali di bangun di sana adalah Masjid Quba. Dan ketika Nabi a sampai di Madinah, maka Nabi membangun masjid Nabawi. Masjid merupakan tempat pengajaran ilmu yang pertama bagi seorang muslim. Di dalamnya seorang muslim dapat mempelajari ilmu-ilmu yang bermanfaat, dapat memperbaiki perbuatan, dan memperbaiki akhlak.

b. Sekolah

    Sekolah merupakan medan tarbiyah. Sekolah memiliki empat pilar pokok, yaitu pengajar, metode pengajaran, kurikulum, dan administrasi. Di antara hal-hal yang harus dimiliki oleh seorang pengajar adalah ketakwaan, sifat lemah lembut, kasih sayang, tidak mudah emosi, jujur, dan rendah hati. Kurikulum yang digunakan oleh sekolah hendaknya yang mengedepankan pengajaran akhlak islami kepada peserta didik serta diatur tentang pembagian alokasi waktu yang mencukupi bagi tiap-tiap pelajaran. Kesukseksan sebuah sekolah didukung dengan baiknya administrasi. Administrasi sekolah mencakup tentang pengaturan tata tertib.[]




Sumber: Majalah AL-IHSAN

[1] HR. Muslim Juz 1 : 262.

Share on Google Plus

About Unknown

Situs ini berisi artikel seputar Islam dan ilmu. Saya berusaha mencantumkan referensi sebagai bentuk amanah ilmiah semampunya. Sebagian besar saya rangkum dari situs-situs terpercaya seperti ustadzaris.com, rumaysho.com, konsultasisyariah.com, firanda.com, dan lain-lain. Saya berusaha menyingkat pembahasan dan menyertakan dalil yang paling mencukupi. Tujuan utama situs ini adalah memudahkan para thullab untuk membaca artikel yang ringan, singkat, tetapi cukup untuk menghilangkan kebingunan dan pertanyaan-pertanyaan yang menggalaukan pikiran.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Post a Comment

Silahkan berkomentar asal yang baik dan sopan. Allah mencintai orang-orang yang baik.